Galeri Foto

Senin, 26 September 2011

Siapakah yang lebih SESAT..?????

Yang namanya AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH
berpegang kepada AL QUR-AN,AL HADIST ,AL IJMA DAN AL QIYAS,

Kalau cuma megang alquran dan hadist saja,maka dia bukan ahlussunnah wal jama'ah,
Krn zaman skrg bgaimana bisa dia memahami alquran dan hadist dgn tanpa ahli dalam segala ilmu,spt
Nahwu,shoraf,mantiq,bayan,ma'aani,badi',arudl,ushul,hafal alquran,hafal ribuan hadist,ahli sejarah,dan punya sanad

Satu contoh

Masalah wudhu,rukun wudhu pada mazhab kami ada 6,

1.niat { di ambil dari hadist }
2.membasuh muka { di ambil dari alquran }
3.membasuh 2 tangan { di ambil dari alquran }
4.menyapu stengah kepala { di ambil dari alquran }
5.membasuh kaki { diambil dari alquran }
6.tartib { di ambil dari ijma }

Jika tidak ada air maka boleh tayammum {diambil dari alquran }

Lalu dari alquran,hadist dan ijma ini di qiyaskan menjadi bermacam2,

Inilah ilmu qiyas,jadi jika ada yg tdk mau memakai qiyas,maka orang itu lbh baik hidup di hutan aja,

Contoh contoh qiyas
Misalnya,
Bgaimana membasuh kaki jika pke KHUF,sdh djelaskan fuqaha smuanya

Bgaimana jika ada luka di tangan di kaki,di wajah,sdh ada jg djelaskan

Bgaimana jika air nya musta'mal,mutanajjis,dan lain2,sudah djelaskan jg oleh fuqaha dalam kitab2 fiqh,

Bgaimana jika tangan nya atau kaki penggal atau tinggal separo,sdh djelaskan fuqaha jg dlm ktb fiqh

Jikalau pegangan nya cuma alquran dan hadist saja,tidak mau memakai fahaman ulama fiqh,tp memakai fahaman sendiri, MAKA DIA SESAT !!!!!!!!!!!! karena itu jgn ikut golongan wahabi,muhammadiyah yg tdk mau bermazhab,atau mau jg mereka bermazhab tp dcampur aduk nya,alias TALFIQ

Jumat, 23 September 2011

Sesatnya golongan sempalan....


Didalam hampir setiap diskusi golongan ini sering menyangkal apa yang menjadi pernyataan mereka sendiri. Golongan mereka sangat apriori terhadap ilmu kalam. Mereka menolak adanya takwil terhadap ayat-ayat mutasyabihat dan memahami ayat-ayat yang menjelaskan sifatkhabariyah dengan makna dzahirnya saja sehingga dapat terjerumus dalam golongan yangmenjisimkan Allah.

Mari kita simak illustrasi dialog dibawah ini.

Aswaja : Coba anda renungkan kembali apa yang anda pahami dari pernyataan anda sendiri: "Allah punya wajah, punya dua tangan, punya betis, punya kaki, punya bentuk (shurah), punya rusuk, dan Allah berada di sebuah tempat bernama langit." ?!

Gol. Sempalan : Bukan seperti paparan itu maksud pernyataan saya, anda saja yang memahami seperti itu !

Aswaja : Baiklah, saya terima, namun jikalau anda memahami makna dzahir selain seperti yang saya paparkan, berarti anda tidak menerima bahasa Arab sebagai bahasa Al Qur`an. Karena makna yang dimaksudkan oleh bahasa Arab secara dzahir adalah seperti yang saya paparkan, silahkan rujuk pelbagai kamus dalam bahasa arab. Tapi anda malah menafikannya ! Bukankah itu artinya anda menafikan bahasa Arab ?!

Kemudian anda mengelak dengan mendatangkan makna baru sesuai dengan pemahaman anda dan golongan anda, yang dikuatkan dengan dakwaan Allah laisa kamitslihi syai-un (Allah tidak ada yang serupa denganNya sesuatupun) atau dakwaan dikunci dengan statement ‘bi laa kaifa’ (tanpa bentuk, keadaan, sifat, corak tertentu yang mungkin difikirkan oleh manusia), anda katakan jangan fikirkan takyif (bentuk)nya ! Jikalau anda mengatakan; bahwa anda dan golongan anda hanya menetapkan apa yang ditetapkan oleh Allah dan RasulNya, dan tidak memberikan takyif (bentuk)nya, mari kita analisa pernyataan ini :

Pertama:
Berarti anda mendakwa Allah dan Rasul telah menyatakan hal tersebut dan itu bersumber dari Allah dan Rasul, begitu ?
Kami (Aswaja) ingatkan, hati-hatilah, anda tidak mesti menerima dan sepakat dengan kami, tapi jangan berbohong terhadap Allah dan Rasul ! Karena tidak ada pernyataan jelas dan tegas, secara tekstual dari Allah dan Rasul bahwa maksud sifat-sifat di atas sesuai dengan apa yang anda maksudkan ! Semuanya hanyalah pemahaman anda dan golongan anda tentang Allah dan anda mendakwakan Allah dan Rasul menyatakannya ! Ingat, kita akan mempertanggungjawabkan di hadapan Allah setiap apa yang kita perbuat dan katakan, dan kita tidak bisa mengelak!

Kedua:
Bagaimana mungkin kami tidak memikirkan takyif (bentuk/keadaan)nya, sedangkan anda sudah memberikan takyif terlebih dahulu, ketika anda menyatakan; "Allah punya wajah, Allah punya tangan, dll ". Saat mendengar pernyataan anda itu, sudah ada satu bentuk tertentu tentang "wajah dan tangan" di kepala kami, apalagi diperkuat dengan pernyataan wajah dan tangan secara 'haqiqah dzahirnya', bukan majazi ! Silahkan tanyakan itu pada siapapun bahkan saya yakin anda pun begitu ! Oleh karena itu anda akan bertanggung jawab sangat berat dengan perkataan anda sendiri !

Sekali lagi kami (Aswaja) tegaskan, bahwa saat anda mensifati Allah sebagaimana sifat makhluqNya, walaupun anda menguncinya dengan berkata ‘bilaa kayfa’  (tanpa bentuk, keadaan, sifat, corak tertentu yang mungkin difikirkan oleh manusia), ataupun dengan berkata ‘jangan fikirkan takyif (bentuk)nya’, maka sebenarnya anda telah mengajak umat muslim untuk membayangkan, mengkhayalkan dan menggambarkan Allah dengan berbagai macam rupa, bentuk dan warna sejauh akal dan pikirannya masing-masing. ANDA TELAH MENYUSUPKAN SUGGESTI YANG MERUSAK AQIDAH !. Anda telah menjerumuskan ummat kedalam kemusyrikan karena itu sama saja dengan menjisimkan Allah ! Maha Suci Allah dari penyerupaan mahkluqNya ! Siapa yang memiliki konsep seperti ini jika bukan golongan mujassimah ?

Analisanya begini; ketika anda mengatakan, "Si Fulan punya tangan", maka maknanya adalah:
1. Fulan sudah punya tangan.
2. Anda menetapkan bahwa ada satu bentuk dan model tertentu dari tangan si fulan.
3. Tangan si fulan memiliki kemungkinan beberapa bentuk dan model lain yang mungkin ada.

Al-Hâfizh Ibn al-Jauzi (al-Imam al-Hafizh Abdurrahman ibn Abi al-Hasan al-Jauzi (w 597 H), Imam Ahlussunnah terkemuka, ahli hadits, ahli tafsir, dan seorang teolog (ahli ushul) terdepan) menuliskan bahwa sebab kerancuan sebagian orang yang mengaku bermadzhab Hanbali dalam akidah mereka hingga mereka dicap sebagai golongan yang menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya (ahl al-tasybîh) adalah karena beberapa hal, salah satunya adalah ;

Mereka seringkali memberlakukan makna-makna indrawi dalam memahami teks-teks tersebut. Ini ditandai dengan adalanya lafazh-lafazh yang sering kali mereka tambahkan terhadap teks-teks tersebut. Seperti seringkali mereka berkata: “Yanzil Bi Dzâtih…” (Allah turun dengan Dzat-Nya), “Yanzil Wa Yatahawwal…” (Allah turun dan bergerak), “Istawâ Bi Ma’nâ al-Haqîqah…”(Allah benar-benar bertempat/bersemayam) dan tambahan lafazh lainnya. Lalu untuk mengecoh orang-orang awam mereka berkata: “Lâ Kamâ Na’qil…” (Tidak seperti yang kita pikirkan). Terkadang mereka juga berkata: “Lahû Yad Lâ Ka al-Aidî…” (Allah memilki tangan tapai tidak seperti semua tangan), “Lahû ‘Ain Lâ Kasâ’ir al-A’yun…” (Allah punya mata tapi tidak seperti setiap mata), “Lahû Qadam Lâ Kasâ’ir al-Aqdâm…” (Allah memiliki kaki tapi tidak seperti setiap kaki). Yang tersisa bagi mereka adalah untuk mengatakan: “Huwa Insân Lâ Kasâ’ir al-Nâs…” (Allah adalah manusia tatapi tidak seperti seluruh manusia). Adakah tauhid dalam keyakinan orang-orang semacam ini?? (Penjelasan lebih luas lihat Ibn al-Jauzi, Daf’u Syubah at-Tasybih Bi Akaff at-Tanzih, h. 11-12).

Jikalau anda bersikeras mendakwa bahwa pemahaman anda dan golongan anda yang anda ikuti adalah pemahaman para sahabat Rasul, tabi`in, tabi` tabi`in dan para imam, termasuk imam mazhab yang empat (Imam Malik, Imam Abu Hanifah, Imam Syafi`i dan Imam Ahmad), maka kami ingatkan, silahkan mendakwa seperti di atas dan memberikan banyak dalil untuk memperkuat pernyataan anda serta nukilkanlah sebanyak-banyaknya perkataan para Imam, tapi satu hal yang jelas, anda akan mempertanggungjawabkannya di hadapan mereka pada hari kiamat kelak dan anda tidak bisa mengelak !

Ilmu-ilmu Al-Qur'an


Kajian tentang Al-Qur’an memerlukan banyak ragam ilmu, yang disebut sebagai ‘ulumul Qur’an (Ilmu-ilmu Al-Qur’an). Menghormati adanya ilmu-ilmu tersebut dan para ahlinya sangatlah penting agar kita tidak terjatuh kedalam kesalahan dan bahkan penyimpangan ketika berusaha memahami ayat-ayat Al-Qur’an. Ini sangat penting teutama di zaman sekarang ini dimana pemahaman kebanyakan masyarakat muslim, bahkan yang biasa disebut sebagai kalangan terpelajar, terhadap agamanya sangatlah lemah. Bahkan dalam hal-hal yang sangat mendasar dan aksiomatik telah terjadi penjungkirbalikan pemahaman dari yang semestinya.

Dalam  mengkaji makna ayat-ayat Al-Qur’an, kita harus merujuk pada kitab-kitab tafsir yang telah diakui, sehingga kita akan mendapatkan pemahaman yang benar dan tidak terjatuh kedalam kesalahan dan penyimpangan pemahaman. Sebaliknya, kita juga tidak boleh jatuh kedalam fobia atau ketakutan yang berlebihan untuk dekat dengan Al-Qur’an dan senantiasa berusaha untuk memahaminya, sehingga tidak berusaha untuk mempelajari kendungannya yang amat luas dan dalam kecuali sekedar membacanya saja.

  1. Ilmu Tajwid dan Tilawah
  2. Ilmu Tafsir :
    • Sejarah perkembangan ilmu tafsir
    • Macam-macam atau jenis-jenis tafsir
    • Metodologi/ kaidah-kaidah dan rambu-rambu dalam menafsirkan Al-Qur’an
    • Syarat-syarat seorang mufassir
    • Para ulama tafsir
    • Kitab-kitab tafsir
  3. Ilmu Sejarah Al-Qur’an
  4. Ilmu Qiro’at (versi-versi bacaan Al-Qur’an)
  5. Ilmu Asbabun Nuzul (latar belakang turunnya ayat-ayat Al-Qur’an)
  6. Ilmu Nasikh dan Mansukh
  7. Ilmu Muhkam dan Mutasyabih
  8. Ilmu ‘Am dan Khash
  9. Ilmu Muthlaq dan Muqayyad
  10. Ilmu Manthuq dan Mafhum
  11. Ilmu Makki dan Madani
  12. Ilmu I’jaz Al-Qur’an  (kemukjizatan Al-Qur’an)
  13. Ilmu Amtsal Al-Qur’an  (perumpamaan-perumpamaan dalam Al-Qur’an)
  14. Ilmu Aqsam Al-Qur’an  (sumpah-sumpah dalam Al-Qur’an)
  15. Ilmu Jadal Al-Qur’an (perdebatan-perdebatan dalam Al-Qur’an)
  16. Ilmu Qashash Al-Qur’an (kisah-kisah dalam Al-Qur’an)
  17. Ilmu Terjemah Al-Qur’an
_________________________________
Ditulis oleh : Ust. Ahmad Mudzoffar Jufri, MA

jadiiiiiiiii................................................... jangan memahami Al-Qur'an hanya dengan terjemahannya saja.... bisa-bisa... sesat dueh... kaya' kaum wahahi.... wkwkwkwk

Sabtu, 10 September 2011

Niat Sholat



Niat itu ada tiga derajat, yaitu:
1.       Jika sholat yang dikerjakan fardhu, diwajibkanlah niat qasdul fi’li (mengerjakan shalat tersebut), ta’yin (nama sholat yang dikerjakan) dan fardhiyah (kefardhuannya).
2.       Jika sholat yang dikerjakan sunnah yang mempunyai waktu atau mempunyai sebab, diwajibkanlah niat mengerjakan sholat tersebut dan nama sholat yang dikerjakan seperti sunah Rowatib (sebelum dan sesudah fardhu-fardhu).
3.      Jika sholat yang dikerjakan sunnah Mutlaq (tanpa sebab), diwajibkanlah niat mengerjakan sholat tersebut saja.
Yang dimaksud dengan qasdul fi’li adalah aku beniat sembahyang (menyenghajanya), dan yang dimaksud ta’yin adalah seperti dzuhur atau asar, adapun fardhiyah adalah niat fardhu.

Rabu, 17 Agustus 2011

Bacaan Bilal Sholat Tarowih dan Witir


Bacaan Bilal Shalat Tarawih Dan Witir

Jawaban Jamaah
Bacaan Bilal
No
رَحِمَكُمُ اللهُ
صَلُّوْا سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةَ رَحِمَكُمُ اللهُ
1
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِاَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
وَمَغْفِرَةً وَنِعْمَةْفَضْلًا مِنَ اللهِ تَعَالَى وَنِعْمَةْ2
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِاَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
رَضِيَ اللهُ عَنْهُاَلْخَلِيْفَةُ اْلاُوْلَى سَيِّدُنَا اَبُوْ بَكَرْ الصِّدِّيْقُ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ3
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِاَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
وَمَغْفِرَةً وَنِعْمَةْفَضْلًا مِنَ اللهِ تَعَالَى وَنِعْمَةْ4
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِاَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
اَلْخَلِيْفَةُ الثَّانِيَةُ سَيِّدُنَا عُمَرُ ابْنُ الْخَطَّابْ5
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِاَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
وَمَغْفِرَةً وَنِعْمَةْفَضْلًا مِنَ اللهِ تَعَالَى وَنِعْمَةْ6
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِاَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
اَلْخَلِيْفَةُ  الثَّالِثَةُ سَيِّدُنَا عُثْمَانُ بْنُ عَفَّانْ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ7
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِاَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
وَمَغْفِرَةً وَنِعْمَةْفَضْلًا مِنَ اللهِ تَعَالَى وَنِعْمَةْ8
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِاَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
اَلْخَلِيْفَةُ الرَّابِعَةُ سَيِّدُنَا عَلِيْ بِنْ اَبِيْ طَالِبْ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ9
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِاَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
اَمِيْنَ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَاَخِرُ التَّرَاوِيْحِ اَجَرَكُمُ اللهُ10
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِاَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Bacaan Bilal Shalat Witir
رَحِمَكُمُ اللهُصَلُّوْا سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةَ رَحِمَكُمُ اللهُ1
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِاَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
رَحِمَكُمُ اللهُصَلُّوْا سُنَّةَ رَكْعَةَ الْوِتْرِ جَامِعَةَ رَحِمَكُمُ اللهُ2

Trik Update status Facebook

Trik Update status FB tentang Kanggotan :
via FriendCaster for Android
via Puncak Tower Sutet
via Remaja Masjid
via rindangnya bawah pohon talok
via Hari Idul Fitri... maafin khilaf ane yee....
via Komunitas Syecher Jogja
Via Klitikan Kanggotan
Via Masjid At-Ta'Awun
Via Kampung Kanggotan Tercinta
via sungai gajahwong
Via Alam Mimpi
via lubuk hati yang paling dalam
Shock Kanggotan
via fesbuk khusus orang ganteng dan jujur
Satria Muda Kanggotan
via warung koboy dul alip bengkong
Via Bamboo Resto Jogja
via strowberry bukan blackberry
via lesehan pecel lele bang zudi lor prapatan jejeran
via kuburan ledhek
via HP Nokia 3310 warna blorok

yang lain menunggu proses pembuatan.... Bravoooo anak kanggotan....

via speedy kelurahan pleret
via kantor pos
via BRI Pleret
via angkringan
via warung kopi tengah prapatan jejeran
Joglo Desa Pleret
via paserbumi.com
via hp bandem kirik
Via Sate Pak Pong
via soto gumyak kang kasidi
access point SMP N 1 Pleret
Group PNPM MP
Via 1.000.000 orang menolak wahabi
via Dirgahayu HUT Kemerdekaan RI
via Ramadhan Berkah Channel

link forsquare
paparazzy foursquare